Sebagian anak muda sering menganggap ketika menunda kuliah adalah langkah yang sangat berisiko. Namun bagi Yoel, keputusan ini justru membuka jalan baru yang lebih luas. Hal ini juga dialami olehnya, seorang pemuda asal Bangka Belitung yang memilih mengambil jalur berbeda melalui Program FSJ Jerman.
Program ini salah satu langkah awal untuk mengenal dunia kerja internasional tanpa harus langsung masuk jalur kuliah atau pekerjaan formal yang panjang. Bagi sebagian orang, FSJ menjadi pintu masuk untuk memahami budaya kerja, belajar bahasa, dan membangun pengalaman hidup di luar negeri secara nyata.
Berhenti Kuliah di Tengah Jalan, Justru Menemukan Jalan Baru
Yoel Millinio Christo atau Yoel berasal dari Bangka Belitung. Pada saat sedang menjalani perkuliahan di semester empat, ia mengenal Program FSJ Jerman sebagai peluang untuk mendapatkan pengalaman langsung di luar negeri karena keputusan ini tidak mudah.
Banyak orang di sekitarnya mempertanyakan hal tersebut karena ia menunda kuliah. Namun bagi Yoel, Program ini bukan sekadar berhenti kuliah, tetapi kesempatan untuk mencoba pengalaman hidup dan kerja di negara lain. Ia ingin melihat langsung bagaimana dunia kerja internasional berjalan, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih luas.
Kesempatan Coba Pengalaman Kerja Selama Satu Tahun
Bagi Yoel, Program FSJ Jerman menjadi alternatif nyata untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional tanpa harus menunggu lulus kuliah. Program ini memberikan kesempatan tinggal dan bekerja di Jerman selama kurang lebih satu tahun.
Selain pengalaman kerja, Program ini juga membuka peluang untuk melanjutkan ke jalur lain seperti Ausbildung atau pendidikan lanjutan di Jerman. Hal ini membuat FSJ sebagai pintu awal untuk karier internasional. Menariknya, program ini juga terbuka untuk lulusan SMA, sehingga banyak anak muda bisa ikut mencoba jalur ini lebih awal.
Mulai dari Tugas Merawat Lansia
Setelah berhasil berangkat, Yoel ditempatkan di panti jompo dalam Program FSJ Jerman dengan tugas utama merawat lansia. Aktivitasnya meliputi membantu makan, menemani aktivitas harian, hingga mendampingi kegiatan lansia. Meskipun terlihat sederhana, pekerjaan ini memberikan banyak pengalaman baru. Yoel juga merasa lebih mudah beradaptasi karena sebelumnya sudah terbiasa merawat kakek dan neneknya di rumah.
Selain itu, ia juga mengikuti berbagai seminar yang diadakan dalam selama program, mulai dari rumah sakit, pemadam kebakaran, hingga layanan disabilitas.
Dukungan YAIJ dalam Menemani Proses Yoel mengikuti Program FSJ Jerman:
Dalam perjalanan Program FSJ Jerman, Yoel mendapatkan banyak dukungan dari YAIJ. Mulai dari proses pendaftaran, pencarian program, pengurusan dokumen, hingga kendala visa, semuanya bersama tim YAIJ. Pendampingan ini membuat proses yang awalnya terasa rumit menjadi lebih terarah. Yoel merasa tidak berjalan sendiri karena selalu ada arahan di setiap tahap penting.
Pesan untuk Anak Muda Indonesia untuk Program FSJ Jerman:
Dari pengalamannya, Yoel ingin menyampaikan bahwa Program FSJ Jerman bisa menjadi peluang besar bagi anak muda Indonesia, termasuk lulusan SMA. Menurutnya, yang paling penting bukan hanya latar belakang pendidikan, tetapi keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam proses. Ia juga berpesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Setiap proses pasti memiliki tantangan, tetapi selalu ada jalan bagi mereka yang terus berusaha.
Program ke Jerman bisa menjadi langkah awal untuk membuka pengalaman internasional dan membangun masa depan yang lebih luas.
Cek peluang karirmu sekarang: cek karir kamu.
Jangan lupa Follow Instagram YAIJ, Ingin bukti nyata kesuksesan program FSJ Jerman Yoel? Tonton video perjalanan peserta kami di Youtube Your Access International Journey dan temukan inspirasi dari para alumni yang kini telah berkarier di luar negeri!












