Syarat Kerja di Jerman Harus Annerkenung?

proses anerkennung jerman untuk kerja profesional

Anerkennung Jerman sering menjadi pertanyaan bagi banyak orang yang ingin bekerja di Jerman. Apakah benar syarat kerja di Jerman harus melalui proses Anerkennung terlebih dahulu? Jawabannya adalah iya, tetapi tidak untuk semua jenis pekerjaan. Beberapa profesi di Jerman memang mewajibkan penyetaraan kualifikasi bagi tenaga kerja asing.

Dalam artikel ini kamu akan memahami apa itu Anerkennung, mengapa proses ini penting, serta bagaimana tahapan prosesnya bagi calon pekerja yang ingin berkarier di Jerman.

Apa Itu Anerkennung Jerman?

proses anerkennung jerman untuk kerja profesional

Annerkenung adalah penyetaraan ijazah pendidikan terakhir atau sistem penyetaraan kualifikasi orang asing di Jerman untuk keperluan bekerja. Tidak hanya bagi lulusan SMA saja tetapi juga bisa bagi yang S1/D3 yang jurusannya selaras dengan bidang kerja yang akan di ambil, dan dengan hal ini langsung bisa mengikuti program Work in Germany (program kerja profesional). Pemerintah Jerman mewajibkan Anerkennung untuk beberapa pekerjaan tertentu seperti bidang medis, hukum, dan pendidikan. Tapi bidang pekerjaan yang tidak atur oleh pemerintah seperti IT, dan turismus itu tidak perlu annerkenung di Jerman bisa di Indonesia.

Mengapa Anerkennung Jerman Penting?

Pasti bertanya-tanya kenapa harus ada annerkenung segala untuk bisa kerja di Jerman. Di Indonesia, sistem pendidikan formal biasanya ditempuh selama 12 tahun (SD, SMP, dan SMA). Sementara itu, sistem pendidikan di Jerman berlangsung sekitar 13 tahun sebelum seseorang memasuki dunia kerja atau pendidikan tinggi. Tentu berbeda dengan masa lama pendidikan di Indonesia, sehingga untuk bisa bekerja di Jerman bagi orang asing perlu adanya penyetaraan ijazah. Untuk menyetarakan ijazah, kalian bisa menghubungi atau mendaftar melalui instansi/lembaga yang bertanggungjawab dalam mengeluarkan hasil penyetaraan ijazah (annerkenung bescheld), seperti lembaga ZAB. Kamu hanya perlu mengupload berkas-berkas dokumen seperti STR, ijazah, akselerasi, dll ke dalam website ZAB.

Proses Anerkennung Jerman

proses anerkennung jerman untuk kerja profesional

Sebelum membahas jauh tentang tahapan dari proses annerkenung , perlu diketahui bahwa annerkenung ada 2 jenis. Yang pertama adalah annerkenung dokumen dan yang kedua adalah annerkenung skill. Dua jenis tersebut masing-masing memiliki tahapannya sendiri. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Proses Annerkenung Dokumen

Pada tahapan ini kamu perlu untuk mengecek terlebih dahulu di awal apakah kampus atau sekolah terakhir kamu sudah di akui dan setara di Jerman. Kamu bisa cek di website ZAB. Jika setelah di cek hasilnya positif maka artinya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sama dengan kualifikasi profersi Jerman (ijazah sudah setara). Jika hasilnya positif sebagian entah itu dari kampus atau mata kulaih yang kurang di akui dll maka artinya kualifikasi ada yang sesuai dan beberapa ada yang tidak sesuai dengan Jerman dan dalam hal ini kamu akan diberikan surat keputusan yang memberitahukan kualifikasi mana saja yang kamu miliki dan tidaknya serta langkah-langkah selanjutnya yang harus di ikuti untuk bisa di setarakan (kamu tinggal ikuti saja). Jika hasilnya negatif yang artinya tidak terdapat kesetaraan maka langkah selanjutnya tinggal kamu ikuti untuk proses penyetaraanya. Biasanya untuk annerkenung dokumen ini kamu perlu untuk mengupload berkas-berkas seperti STR, ijazah, dll.

2. Proses Annerkenung Skill

Annerkenung skill disini berarti mereka-mereka yang sudah pernah kerja sebelumnya di Indonesia. Kalau di Indonesia misalkan total jam kerjanya adalah 25 jam perminggu dan misal di Jerman 30 jam per minggu, maka, untuk kelas skill-nya Dan pada annerkenung ini juga dibutuhkan sertifikasi bahasa B2, oleh karena itu lebih baik sudah punya B2 dari Indonsia. Ujung dari annerkenung skill ini adalah ujian. Waktu yang ditempuh selama penyetaraan annerkenung skill biasanya 18 bulan . Jadi bedanya annerkenung dokumen dan skill adalah di ujiannya, kalau annerkenung dokumen hasilnya positif maka langsung bisa untuk ikut program kerja tapi kalau tidak maka akan di alihkan ke annerkenung skill yang di akhir akan ada ujiannya.

Nah itulah sekilas tentang annerkenung yang perlu kamu tau jika mau kerja di Jerman, kunjungi juga lebih detail tentang WIG (Work in Germany) untuk info selengkapnya. Everyone can study and work in Europe!

Tertarik Bekerja di Jerman?

Bekerja di Jerman menjadi impian banyak orang karena menawarkan berbagai peluang karier internasional. Dengan sistem pendidikan vokasi yang kuat serta kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, Jerman membuka kesempatan bagi tenaga kerja dari berbagai negara termasuk Indonesia.

Namun proses persiapan seperti Anerkennung, kemampuan bahasa Jerman, serta dokumen kerja perlu dipahami dengan baik agar peluang diterima semakin besar. Jika kamu ingin mengetahui lebih banyak tentang program Work in Germany (WIG) atau cara mempersiapkan diri bekerja di Jerman, kamu bisa mencari informasi lengkap melalui program persiapan yang tersedia.

Selain melalui jalur profesional, banyak juga orang Indonesia yang memilih program Ausbildung di Jerman sebagai langkah awal bekerja di luar negeri. Seperti mengikuti program Ausbildung, Apa itu Ausbildung? Panduan Lengkap Syarat & Gaji 2026 

Kesimpulan

Bekerja di Jerman menjadi impian banyak orang karena peluang karier yang luas. Salah satu syarat penting bagi tenaga kerja asing adalah melalui proses Anerkennung, yaitu penyetaraan ijazah atau kualifikasi pendidikan. Proses ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu Anerkennung dokumen dan Anerkennung skill.

Masih bingung soal Anerkennung dan legalitas kerja di Jerman? Pilihan yang cocok, Kamu bisa baca juga artikel 6 Pilihan Bidang Ausbildung di Jerman.
Jangan sampai salah langkah yang bisa menghambat masa depanmu.

Cek peluang karirmu sekarang: https://yaij.id/cek-karir/

Jangan lupa Follow Instagram dan subscribe juga channel youtube YAIJ. Temukan inspirasi dari para alumni yang kini telah berkarier di luar negeri!

Artikel ini dioptimasi oleh arlan artikel asli ditulis oleh Dewi Karmila.